-
Muhammad Abrar
- 28 Agu 2025
Kuantan Singingi – Komunitas Peduli Kuansing (KPK) kembali menyerukan pentingnya menjaga kelestarian Sungai Kuantan yang menjadi sumber kehidupan sekaligus identitas masyarakat Kuansing. Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih marak berlangsung, dinilai sebagai ancaman serius terhadap kebersihan sungai, kesehatan lingkungan, hingga keberlanjutan tradisi budaya.
Ketua KPK, Hayatun Nasip, menegaskan bahwa penanggulangan PETI tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, peran aktif pemerintah desa dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya pengawasan.
“Kami mengajak kepala desa dan perangkatnya untuk segera melaporkan jika ada aktivitas PETI di wilayah masing-masing. Begitu juga masyarakat, jangan ragu menyampaikan informasi agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).
Hayatun menambahkan, Sungai Kuantan tidak hanya menjadi urat nadi perekonomian dan budaya masyarakat, tetapi juga warisan alam yang wajib dijaga untuk generasi mendatang.
“Air sungai yang keruh akibat PETI bukan sekadar persoalan lingkungan. Dampaknya bisa merembet pada kesehatan warga, kualitas air bersih, bahkan keberlangsungan Pacu Jalur yang menjadi kebanggaan Kuansing,” tegasnya.
KPK