-
Muhammad Abrar
- 28 Agu 2025
Itu membutuhkan keterampilan yang tidak semua orang punya,” tambahnya.
Di Kuansing sendiri, euforia atas pengakuan ini dirayakan dengan penuh syukur. Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, menyebut pencapaian ini sebagai buah dari kerja keras kolektif masyarakat dan para penggiat digital.
“Ini adalah keberkahan. Semua punya peran—dari konten kreator, tiktoker, selebgram, hingga media lokal dan nasional. Tanpa mereka, Pacu Jalur tak mungkin mendunia seperti sekarang,” ungkap Suhardiman.
Tak hanya memupuk kebanggaan budaya, viralnya Pacu Jalur juga membawa dampak nyata bagi perekonomian lokal. Menurut Suhardiman, sektor UMKM ikut hidup dan menggeliat karena lonjakan kunjungan wisata.
“Warung pecal ramai, kedai nasi penuh, warung kelontong hidup kembali, penginapan penuh tamu. Ini bukti bahwa budaya bisa menjadi sumber penghidupan,” jelasnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi yang tulus kepada semua pihak, termasuk masyarakat biasa, pelajar, mahasiswa, hingga aparatur pemerintahan yang ikut menyebarkan semangat budaya ini.
“Tak perlu disebut nama atau gelar—semuanya adalah pejuang budaya. Dari grup WhatsApp warga, para siswa, hingga kepala desa, semua turut