-
Muhammad Abrar
- 04 Apr 2026
Dipertanyakan
Kehadiran ratusan aparat negara di tengah konflik privat ini memicu spekulasi gelap di tengah masyarakat. Publik kini bertanya-tanya: untuk siapa senjata-senjata itu disandang? Mengapa institusi yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat justru terlihat menjadi pelindung bagi entitas yang masa depannya telah ditolak oleh pemerintah daerah?
Pihak PT CRS menyatakan tidak akan mundur. Langkah hukum sedang disusun untuk menyeret pengrusakan aset dan praktik intimidasi ini ke meja hijau. Namun, di lapangan, tanah telah terbelah, tanaman telah mati, dan kepercayaan publik terhadap netralitas aparat negara kini berada di titik nadir.
Kini, Kuantan Singingi tidak hanya sedang bersengketa soal lahan, tapi sedang menguji apakah hukum masih berdaulat di atas kekuatan moncong senjata dan arogansi korporasi.
#Abr